Minggu, 18 April 2010

pesona itu tak pernah pudar__

Ketika aku liat matanya, aku sungguh tak bisa menahan rasa ini.
Dia begitu mempesonaku. Belai lembut tangannya telah mengantarku terlelap jauh ke alam mimpi.
Ah...terlalu dini kah aku memimpikan itu?
Aku ingin bersanding dengannya kelak.
Karena dia adalah jiwaku.
Hidup dan matiku.
Aku tak ingin melepasnya.
Dengan segala pesonanya, duhai kekasihku.
I love you.
Ayah.

Senin, 12 April 2010

ketika Cinta itu datang (lagi)

Aku...
mengenalnya disana. Di sebuah dunia yang mana kita hanya tau dia seolah-olah nyata. Tapi aku sadar bahwa ini hanya ilusi sesaat. Namun mengapa rasa ini begitu nyata?
Aku...
terjebak di dua hati. Seorang yang telah mengisi hari-hariku dengan kasih sayangnya yang begitu tulus apa adanya kepadaku. Dan di lain sisi, dia hadir secara tiba-tiba dengan sosoknya yang (cukup) menawan bagiku. Kedewasaannya membuatku terbuai. Hingga suatu saat aku harus mengacuhkan kekasihku.
Aku...
aku tahu ini salah. Bahkan mungkin kesalahan terbesar yang pernah aku ambil. Seharusnya aku paham apa yang dia lakukan terhadapku hanya emosi sesaat.
Sungguh terlalu...
aku harus mengakhiri sandiwara ini. Aku tak ingin terjebak di lubang hitam sebuah percintaan. Kita hanya teman. Tak selebihnya sebagai seorang kekasih. You're just my friend. And will be my friend forever.


Note : "R.H" aku menyayangimu hanya sebagai seorang teman, kakak, serta sahabat. Tapi aku takut kalo semua ini akan tumbuh menjadi sebuah CINTA.

Who are you?

i don't know why I can love with him... T.T