Kamis, 30 Juni 2011

Classroom Action Research


Classroom Action Research (CAR) is an activity undertaken by the prospective teachers or the teachers to conduct research in schools. It begins with the questions about classroom experiences, issues and challenges. Classroom Action Research can be improving the teaching. The steps of creating CAR are (1) identify a question, (2) review the literature,(3) plan a research strategy, (4) collect data, (5) analyze data, (6) take action based on results, (7) share your findings.
1. Identify a question
What is the effect of X on student learning.
2. Review the literature
You need to gather two types of information; background and data.
3. Plan a research strategy
Both qualitative and quantitative methods are appropriate.
4. Collect data
5. Analyze data
Looking for finding with practical significance.
6. Take action based on results
Use your findings to make decision about your teaching strategies.
7. Share your findings
Share with journals, conferences, workshops, website, etc.

There are some types about Classroom Action Research.
1. Kurt Lewin model
Kurt Lewin is the first person who introduce the action research. The main concept to action research are (1) planning, (2) acting, (3) observing, (4) reflecting.
2.Kemmis & Taggart model
Kemmis and Taggart is the development of the main concept from Kurt Lewin model. In this model, observing and acting are in the same time.

The benefits of CAR are :
a. improving the teaching in the class
b. helping the teachers to improve students learning
c. enable the teachers to make decision about their teaching style

References : 
Creative Commons License
Classroom Action Research by Anis Restu Pratiwi is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at arpratiwi.blogspot.com.

Sabtu, 04 Juni 2011

10 Kebiasaan Makan yang Aneh

1. Necrophagia : Kebiasaan Makan Mayat

Necrophagia atau endokanibalisme adalah tindakan makan daging manusia manusia mati. Hal ini tidak terlalu umum tetapi adalah kebiasaan pada mereka yang melakukannya. Ide di balik kebiasaan mengerikan ini adalah kepercayaan bahwa dengan memakan tubuh si mati maka sekaligus akan ‘menghisap’ sifat-sifat almarhum untuk asimilasi roh. Beberapa suku di Amerika Selatan dan Australia dikatakan telah mempraktekkan ritual menyeramkan ini. Tapi banyak akademisi merasa endocannibalisme adalah tuduhan palsu dilemparkan oleh kolonial pada masa awal untuk mendapatkan alasan dominasi politik. Menurut antropolog Napoleon Changon, komunitas Yanomamo di Amerika Selatan masih makan abu dan sisa tulang orang yang mati setelah di kremasi.

2. Coprophagia : Kebiasaan Makan Tinja

Coprophagia adalah praktek konsumsi tinja (kotoran); hal ini sangat jarang pada manusia. Mengkonsumsi tinja orang lain membawa risiko kontraktor penyakit menyebar melalui kotoran, seperti hepatitis. Hepatitis A, Hepatitis E, pneumonia, and influenza. Hepatitis A, Hepatitis E, radang paru-paru, dan influenza. Vaksinasi umumnya direkomendasikan untuk mereka yang terlibat dalam praktek ini.

3. Autosarcophagy : Kebiasaan Makan Tubuh Sendiri

Ini adalah bentuk gangguan dari self-canibalism. Hal ini dikategorikan sebagai pica (gangguan yang berkaitan dengan konsumsi hal-hal yang tidak boleh dikonsumsi). Beberapa orang akan terlibat dalam kanibalisme diri sendiri sebagai bentuk ekstrem dari modifikasi tubuh, misalnya makan kulit sendiri. Yang lainnya akan minum darah mereka sendiri, praktek yang disebut autovampirism.

Pada tanggal 13 Januari 2007, artis Denmark Marco Evaristti mengadakan pesta makan malam untuk teman-temannya yang paling intim. Makanan utamanya adalah pasta agnolotti, pada yang atasnya sebuah bakso yang dibuat dengan lemaknya sendiri hasil operasi sedot lemak. Bernd Jürgen Armando Brandes berharap untuk terlibat dalam self-canibalism dalam persidangan yang terkenal di Jerman atas kasus pembunuhan Armin Meiwes. Bernd bahkan menawarkan dirinya untuk dikonsumsi!

4. Anthropophagy : Kebiasaan Makan Manusia / Kanibalisme

Tidak perlu bingung, istilah ini sama sekali berbeda dengan antropologi. Anthropophagy lebih dikenal sebagai kanibalisme. Memakan sesama manusia telah dilakukan oleh berbagai kelompok di masa lalu di Lembah Amazon, biasanya terhubung ke dalam ritual perang suku. Fiji pernah dikenal sebagai ‘Kepulauan Kanibal’. Kebudayaan Anasazi di reruntuhan candi Chaco Canyon telah ditafsirkan oleh beberapa arkeolog sebagai bukti adanya ritual kanibalisme.

5. Geophagy : Kebiasaan Makan Tanah

Geophagy adalah praktek makan zat sederhana seperti tanah liat, dan kapur. Hal ini terkait erat dengan pica yang merupakan keinginan normal atau nafsu untuk makan zat nonfood. Banyak manfaat kesehatan yang mungkin timbul dari geophagy tetap diteliti dan banyak diperdebatkan. Banyak ilmuwan percaya bahwa hal ini berbahaya, sementara yang lain berpendapat bahwa mungkin ada manfaatnya sebagai diet defisiensi mineral.

6. Urophagia : Kebiasaan Makan Air Seni

Urophagia adalah konsumsi air seni – baik sendiri atau orang lain. Urophagia umumnya dianggap tidak berbahaya, karena sebagian urin individu sehat adalah steril. Namun, tetap ada risiko kecil jika penyakit hadir, atau infeksi bakteri dari saluran kemih. Mungkin juga ada efek sekunder, seperti ruam kulit pada orang yang sensitif terhadap air kencing.

7. Hyalophagia : Kebiasan Makan Kaca

Hyalophagia adalah makan kaca. Terutama tercatat sebagai gangguan patologis, juga dianggap sebagai bentuk pica. Hyalophagia sangat berbahaya bagi manusia sebagai konsumsi, karena dapat memotong perut, usus, dan tenggorokan pada saat ditelan. Di Indonesia dikenal kebiasaan makan kaca atau beling di kalangan pelaku Kuda Lumping, namun itu lakukan dalam kondisi tidak sadar (intrance).

8. Trichophagia : Kebiasaan Makan Rambut

Trichophagia adalah kebiasan makan rambut yang kompulsif. Seringkali, rambut panjang dikunyah ketika masih menempel pada kepala dan kemudian ditelan. Rambut akhirnya mengumpul dalam saluran usus besar menyebabkan gejala seperti gangguan pencernaan dan sakit perut. Sebuah pencahar dapat diberikan untuk menginduksi trichobezoar (hairball) untuk keluar. Pada tanggal 24 November 2007, dilaporkan bahwa ahli bedah mengeluarkan hairball seberat 4.5 kg dari perut seorang remaja berusia 18 tahun di Chicago, AS, yang menderita kondisi psikologis yang menyebabkan dia menelan rambutnya sendiri.

9. Xylophagia : Kebiasaan Makan Kayu

Xylophagia adalah suatu kondisi dimana orang gemar mengkonsumsi kayu. Ini adalah salah satu bentuk kekacauan kebiasaan makan yang dikenal sebagai pica. Orang yang menderita gangguan makan ini biasanya mengkonsumsi sesuatu seperti kertas, pensil, kulit pohon atau item lainnya yang terbuat dari kayu. Anak-anak kecil dapat memperlihatkan xylophagy, tetapi biasanya tidak terkait dengan masalah psikologis.

10. Anorexia : Kebiasaan Makan Palsu

Anorexia adalah self-starvation (membuat diri kelaparan) dan sering dikaitkan dengan kebiasaan aneh lainnya seperti minum jus jeruk dicampur dengan kapas agar dapat memberikan rasa kenyang palsu. Ini adalah gangguan makan yang serius yang menyebabkan banyak kematian setiap tahun di seluruh dunia.

Lima Barang Pengancam Kesehatan

Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.
1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.
2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.
3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.
4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.
5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

Sumber : Yahoo! News

8 Aturan Kecantikan yang Tak Berlaku Bagi Semua Orang

Siapa bilang kita harus mencuci rambut setiap hari? Dan siapa bilang jika memakai foundation kita harus mengoleskannya ke seluruh wajah? Di bawah ini adalah 9 "peraturan" kecantikan yang sebenarnya berlaku hanya bagi sebagian orang, dan harus dihindari oleh yang lain.

1. Cuci rambut setiap hari
Jika rambut Anda kering, mencuci rambut setiap hari justru akan membuatnya makin kering. Cucilah rambut setiap 2 atau 3 hari, saat kulit kepala sudah kembali ke kelembapan alaminya. Namun jika rambut dan kulit kepala Anda memang cenderung berminyak, Anda memang harus mencuci rambut setiap hari.

2. Mengoleskan foundation ke seluruh permukaan wajah
Ini hanya berlaku jika di wajah Anda terdapat banyak flek hitam, jerawat, atau noda bekas jerawat yang tersebar di mana-mana. Jika wajah cenderung "bersih", cukup oleskan foundation di area bawah mata yang biasanya menghitam, dan di area yang sedang berjerawat. Sisanya biarkan saja natural.

3. Memotong kutikula kuku
Banyak orang yang rajin memotong kutikula, alias kulit yang ada di sekitar kuku. Kebiasaan ini pun kadang dilakukan di salon saat sedang manikur/pedikur. Padahal sebenarnya kutikula berfungsi untuk melindungi tempat tumbuhnya kuku dari paparan bakteri. Jika kita memotong kutikula, kita justru akan memperbesar kemungkinan kuku untuk terkena infeksi.

4. Setiap enam minggu sekali, potong ujung-ujung rambut
Aturan ini hanya berlaku bagi rambut yang bercabang, dan Anda yang memiliki potongan rambut pendek yang perlu terus dijaga potongannya agar tak berantakan. Jika rambut Anda sehat dan tak bercabang, perawatan ini tak perlu dilakukan sama sekali.

5. Rutin lakukan pengelupasan kulit wajah
Jika kulit wajah Anda normal atau berminyak, pengelupasan justru akan merusak kulit. Kulit yang normal sebenarnya akan mengelupas dengan sendirinya dan mengenyahkan kulit mati. Namun jika Anda memiliki kulit kering, sebaiknya memang pengelupasan dilakukan sendiri. Pilihlah produk seperti sabun pencuci wajah atau krim malam untuk eksfoliasi yang lembut.

6. Jangan pakai eye-liner di bawah mata
Eye-liner yang diulas di atas dan di bawah mata sebenarnya bisa menegaskan bentuk mata dan memberi efek bulu mata lebih tebal. Namun jika mata Anda sipit, sebaiknya hindari menggunakan eye-liner di bawah mata karena bisa membuat mata terlihat makin kecil.

7. Mandi dua kali sehari
Mandi pagi sebelum berangkat kerja dan mandi sore setelah selesai beraktivitas memang dianjurkan. Namun jika Anda sedang tak beraktivitas penuh dan tubuh tak berkeringat, tak ada salahnya melewatkan waktu mandi satu kali. Terlalu sering mandi justru membuat kulit jadi kering, apalagi jika kita menggunakan sabun antibakteri. Jika kulit Anda memang dasarnya kering, terlalu sering mandi bisa membuat pori-pori jadi membesar dan bakteri mudah masuk.

8. Pakai sampo dulu, baru kondisioner
Ini hanya berlaku bagi Anda yang memiliki rambut kering. Tapi jika rambut Anda berminyak, lakukanlah sebaliknya: pakai kondisioner dulu, lalu bilas dengan sampo. Ini berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa kondisioner yang menempel di rambut, yang jika dibiarkan malah akan membuat rambut jadi lepek dan berminyak.

Mengapa Air Dingin Menghilangkan Rasa Haus?

Untuk memastikan efektivitas air dingin dan panas dalam mengurangi rasa haus, telah dilakukan percobaan terhadap 10 orang subjek yang diminta berolahraga dalam ruangan dengan suhu udara sekitar 30oC selama 30 menit. Dalam keadaan haus, kepada mereka secara serentak diberikan minum air dingin kepada 5 orang subjek dan air panas kepada 5 orang yang lain.

Selang waktu 10 menit kemudian, 1 di antara 5 orang yang mendapatkan air dingin menyatakan masih haus. Sementara mereka yang mendapatkan air panas, semuanya menyatakan masih haus. Ini berarti, air dingin membantu menghilangkan rasa haus lebih cepat. Mengapa demikian?

Kenyataan ini didasarkan oleh keadaan dimana air pada selang waktu dikonsumsi hingga diserap tubuh akan menyesuaikan suhunya terhadap suhu tubuh dengan menyerap atau memberi kalor bagi sekelilingnya. Air dingin akan menyerap kalor (panas) dari bagian tubuh yang dilewati, termasuk kerongkongan, sehingga terasa lebih menyejukkan. Satu lagi fenomena yang patut diketahui bahwa air dingin lebih cepat melewati lambung dan masuk ke usus. Sementara itu, air panas tertahan di lambung. Padahal, air akan diserap ke dalam tubuh melalui usus. Itu sebabnya, mungkin kebutuhan tubuh akan air lebih cepat tercukupi oleh air dingin.

Akan tetapi, mengapa orang tua kita seringkali tidak menyarankan untuk meminum minuman dingin? Air dingin dengan penyerapan begitu cepat sering menimbulkan rangsangan yang sangat kuat dan mendadak bagi pencernaan. Pada orang-orang dengan pencernaan kurang sehat dapat menyebabkan sakit perut, bahkan diare.
Oleh karena itu, bila ingin air dapat cepat diserap tubuh, minumlah minuman dingin. Namun, bila ingin menghangatkan perut dan menenangkan pencernaan, minumlah minuman hangat. Minuman hangat atau dingin, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Bahaya Pembalut Wanita yang di jual di pasaran

Anda mungkin tidak pernah menyadari bahwa pembalut/ pantyliner biasa dapat
menyebabkan kewanitaan anda mengalami jamuran dan infeksi bakteri. Bahkan
penggunaan celana dalam yang tidak bersih karena penjemuran di udara
terbuka, air di toilet umum , tissue yang tidak higienis di toilet / dalam
tas, dapat menyebabkan kewanitaan anda mengalami jamuran atau infeksi
bakteri.

Waspadai jika kewanitaan anda mengalami salah satu gejala gatal, ruam,
rasa perih, mengeluarkan beraroma tidak enak. Hal tersebut bisa disebabkan
oleh infeksi bakteri dan hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan wanita
apalagi efek buruk bagi wanita yang sedang hamil.

KINI ANDA TAHU SALAH PILIH PEMBALUT BISA FATAL AKIBATNYA

Pembalut biasa yang dipakai para wanita berasal dari sampah kertas yang
didaur ulang yang diproses dengan penggunaan banyak bahan kimia dan
pemutih. Bahkan penggunaan perekat kimia yang beresiko tertinggal meski
pembalut sudah ditanggalkan.  Tidak heran jika daerah kewanitaan mengalami
infeksi ringan hingga serius, dengan gejala yang disadari maupun tanpa
disadari. Masalah kesehatan ini jika tak diatasi tentunya semakin lama
akan semakin parah.

Inilah alasan mengapa pembalut biasa, MURAH !

Untuk mendeteksi / mengetahui kondisi organ kewanitaan apakah sehat atau
ada radang atau bahkan sudah parah, biasanya kita harus ke dokter / bidan
atau laboratorium dan mengeluarkan duit ratusan ribu rupiah. Belum lagi
beberapa dari wanita biasanya merasa malu, kalau harus memeriksakan organ
intim ke dokter.

Pap smear biasanya dilakukan untuk wanita yang sudah menikah, karena test
pap smear ini memasukkan benda cukup panjang ke dalam daerah V sampai ke
dalam rahim wanita. Jadi kalau buat wanita yang belum menikah, resiko
selaput dara robek tidak terhindarkan.

HATI-HATI DENGAN PEMBALUT !!!
Banyak wanita mengalami masalah saat menstruasi
Setiap wanita akan mengalami ketidaknyamanan fisik selama proses
menstruasi. Masalah umum yang sering dijumpai karena infeksi bakteria
selama menstruasi adalah demam, radang pada permukaan vagina, gatal-gatal
pada kulit, radang vagina, radang servik (leher mulut rahim), radang
selaput rahim, keputihan, rasa panas atau sakit pada bagian bawah perut.
Deman, pusing, mual, sering buang air kecil, rasa sakit saat buang air
kecil, nyeri/sakit pada bagian pinggang dan kelelahan juga merupakan
gejala infeksi bakteria selama menstruasi yang dapat menyebabkan penyakit
kandungan yang jauh lebih serius.

Jika seorang wanita mengalami masalah pada kewanitaannya, mereka umumnya
enggan berkonsultasi kepada temannya apalagi untuk mengunjungi seorang
dokter. Mereka lebih memilih tutup mulut dan membiarkan menjadi rahasia
pribadi. Hal ini tidak menyelesaikan masalah dan malah akan semakin
menambah parah sehingga menyebabkan penyakit lain yang lebih serius.

Mengapa wanita mudah terinfeksi bakteria ?
Tahukah Anda bahwa menurut penelitian terdapat sebanyak 107 bakteri per
milimeter persegi ditemukan di atas pembalut wanita biasa, kondisi inilah
yang membuat pembalut biasa menjadi sumber sarang pertumbuhan bakteri
merugikan, meski pembalut biasa hanya dipakai selama 2 jam saja. Bayangkan
banyaknya bakteri pada permukaan seluas pembalut, apalagi jika dipakai
lebih dari 2 jam.

 Perlu diketahui untuk para wanita :
● Kemungkinan seorang wanita dewasa terjangkit infeksi vagina adalah
83%. Berarti dari 10 wanita ada 8 wanita yang mengalami infeksi vagina !
● 62% dari statistik tersebut disebabkan oleh pemakaian pembalut
biasa !
● Rata-rata setiap wanita memerlukan sedikitnya 3 - 6 hari dalam
sebulan untuk perawatan infeksi vagina !
● Jika seorang wanita mulai terjangkit infeksi vagina sejak usia 20
tahun, sedikitnya dibutuhkan 6 tahun dalam hidupnya hanya untuk proses
pengobatan dan perawatan infeksi vagina !

 Apakah anda mengenal pembalut yang biasa anda pakai ?
Hampir semua wanita tidak pernah tahu tentang pembalut yang biasa  mereka
beli dan pakai selama ini. Dan mereka tidak pernah curiga dan tidak pernah
mencoba merobek atau mengamati bahan pembalut yang biasa mereka pakai.
Banyak wanita suka membeli pembalut biasa yang ada dipasaran hanya
memikirkan harga murah dan cukup enak dipakai, tanpa mengetahui sedikitpun
resiko kesehatan dari pemakaian pembalut atau pantyliner biasa.
Tidak semua wanita tahu resiko pemakaian pembalut biasa !

Pembalut wanita, termasuk klasifikasi produk konsumer cepat saji dan
produk sekali pakai. Karena itulah para produsen pembalut biasa kerap
mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas
ini menjadi bahan dasar untuk menghemat biaya produksi.
Dalam proses daur ulang sampah kertas bekas ini, tentu banyak menggunakan
bahan-bahan kimia untuk proses pemutihan kembali, menghilangkan bau sampah
kertas bekas dan proses sterilisasi bakteri yang terdapat pada sampah
kertas bekas.

Bahan-bahan kimia pendaur ulang sampah kertas bekas
Kertas daur ulang yang telah diproses dengan bahan kimia inilah yang
kemudian dibungkus rapi dan siap dipasarkan sebagai pembalut biasa yang
kita temukan dipasaran. Para wanita membelinya dengan harga murah dan
menggunakan tanpa perasaan was-was, namun berpotensi buruk bagi kesehatan
wanita.

Tahukah anda hal apa yang lebih memperburuk kesehatan wanita dari
pemakaian pembalut biasa ?

Saat sedang haid dan memakai pembalut biasa, tanpa disadari cairan yang
sudah diserap oleh pembalut biasa yang sudah bercampur dengan kimia dan
bercampur dengan bahan yang tidak steril dari pembalut biasa. Dan saat
seorang wanita duduk tanpa disadari maka cairan kotor dari pembalut akan
keluar kembali karena terkena tekanan dan naik ke atas dan masuk kembali
ke organ kewanitaan. Hal ini yang akan menyebabkan infeksi dan timbulnya
masalah kewanitaan. Hati-hati jika anda merasa saat memakai pembalut
terasa becek / tidak kering.

Pada pembalut biasa mereka menggunakan lapisan permukaan 2 arah sehingga
cairan yang sudah terserap bisa dengan mudah keluar dari permukaan
pembalut, sehingga cairan yang sudah bercampur dengan bahan pembalut yang
kurang steril, kimia, dan kotoran lainnya bisa naik dan masuk kembali ke
organ kewanitaan. Keadaan ini akan sangat tidak nyaman sebab terasa becek,
tidak kering, dan lembab yang akan mempercepat pertumbuhan bakteri menjadi
luar biasa pesat.

Pembalut biasa pada lapisan bawahnya terbuat seperti plastik dan tidak
berpori-pori sehingga tidak ada sirkulasi oksigen. Tahukah anda bahwa
kanker hidup subur pada tempat yang tidak ada oksigen ? Anda pun bisa
menyimpulkan sendiri resiko jangka panjang dari situasi seperti ini.
Terutama resiko kanker mulut rahim.

Pembalut wanita biasa seringkali mengandung bahan kimia terlalu berlebihan
saat proses daur ulang, pemutihan dan menghilangkan bau, yang pada
akhirnya merupakan penyebab terjadinya gangguan terhadap organ reproduksi
wanita.

Lapisan bawah pembalut biasa , terbuat dari semacam plastik yang tidak
berpori-pori untuk mencegah cairan tembus ke bawah sehingga saat pemakaian
pembalut / pantyliner biasa maka daerah kewanitaan tidak dapat bernapas /
tidak ada sirkulasi oksigen.

Insha Allah

Every time
You feel like you cannot go on
You feel so lost and that you're so alone
All you see is night
And darkness all around
You feel so helpless you can't see which way to go
Don't despair
And never lose hope
'Cause Allah is always by your side

Chorus:
Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way

Every time
You commit one more mistake
You feel you can't repent and that it's way too late
You're so confused
Wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full shame
But don't despair
And never lose hope
Coz Allah is always by your side

Chorus
Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way


Turn to Allah
He's never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
Ya Allah
Guide my steps, don't let me go astray
You're the only one who can show me the way
Show me the way
Show me the way
Show me the way

InshaAllah
InshaAllah
InshaAllah
We'll find the way


By Maher ElZain

Hachiko A Dog's Story

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.

Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”

“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”

Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiko pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.


Sumber : klik disini